Rabu, 11 Desember 2013

5 Film Sepeda yang Wajib Ditonton

1. “S” Shakariki!
Film manga pertama yang dibuat oleh seniman Masahito Soda di tahun 2009, diadaptasi sebagai film live-action yang dibintangi anggota kelompok bertindak D-BOYS. Serial di Shonen Champion 1992-1995. Ceritanya ada sekolah dasar yang terlibat dalam olahraga balap sepeda pemimpin D-BOYS Yuya Endo sebagai Teru, yang mencoba untuk menghidupkan kembali klub sepeda sekolahnya. Yuichi Nakamura (Kamen Rider Den-O) memainkan Poppo, dan Hiroki Suzuki (Juken Sentai Gekiranger) memainkan Yuta, seorang pembalap dari sekolah saingan. Tiga aktor tersebut berlatih pada bulan Desember, dan minggu lalu mereka menjalani pelatihan yang lebih intensif yang mencakup bersepeda untuk 60km setiap hari. Pemain termasuk Noriko Nakagoshi sebagai Teru ini adik Sayuri, Miho Nakai sebagai salah satu ibu tim, Akira Emoto sebagai kepala sekolah, Yoichi Nukumizu sebagai wakil kepala sekolah, dan Taizo Harada sebagai pelatih tim.
Shakariki Movie
Shakariki Movie Poster
2. A Sunday In Hell
Sebuah kronik 1976 Paris-Roubaix ras dengan pengendara seperti Eddy Merckx, Roger De Vlaeminck dan Francesco Moser-itu sebuah film dokumenter yang membasahi anda dalam keringat dan penderitaan terbesar di dunia ras.
A Sunday in Hell
A Sunday in Hell Poster
3. Stars and Watercarriers
Dokumenter lain oleh Jorgen Leth (director: A Sunday in Hell), film ini mengikuti Giro d’Italia 1973, tapi bukan cerita tentang perlombaan. Sebaliknya, anda mendapatkan gambaran yang tak terlupakan dari seorang Eddy Merckx. Adegan inspiratif di film ini saat perlombaan sepeda, Eddy Merckx membuka tutup botol menggunakan kunci gereja dan membagikannya kepada penonton di saat perlombaan.
Stars and Watercarriers Poster
Stars and Watercarriers Poster
4. Ride The Divide
Ride The Divide adalah film panjang tentang sepeda gunung yang melintasi gunung terberat di dunia, lebih dari 2.700 kilometer di sepanjang Continental Divide di Rocky Mountains. Film ini menjalin kisah pengalaman tiga karakter ‘dengan keindahan gunung yang sangat besar dan budaya kota kecil karena mereka berusaha untuk pedal dari Banff, Kanada ke kecil, persimpangan berdebu di perbatasan Meksiko.
Mike, seorang pria berusia 40-tahun menggunakan tantangan ini untuk memetakan arah baru dalam hidup, Matius, pemimpin dalam balap ketahanan ekstrim siapa yang bersaing untuk waktu 5 nya, dan Mary, pembalap wanita pertama untuk balapan rute ini, akan diatur keluar untuk mencapai apa yang sangat sedikit telah mampu. Selama beberapa minggu mereka akan mencoba untuk mendaki lebih dari 200.000 kaki vertikal di atas Pegunungan Rocky. Itu setara dengan naik Gunung Everest dari permukaan laut tujuh kali.
Mereka akan mengalami kerusakan mental, salju berbahaya, lepuh hellacious, dan kelelahan keseluruhan. Di atas segalanya, mereka akan berlomba tanpa dukungan – saat dalam isolasi total. Tes ketahanan dan momen dicapai untuk merefleksikan keinginan batin kita untuk menjalani hidup dengan sempurna.
Ride The Divide Poster
Ride The Divide Poster
5. Premium Rush
Menghindari mobil ngebut, sopir taksi gila dan pejalan kaki yang rewel adalah semua hari kerja untuk Wilee (Joseph Gordon Levitt-), yang terbaik dari lincah dan agresif utusan sepeda New York. Dibutuhkan jenis khusus untuk naik fixie – super ringan, sepeda single-gigi tanpa rem dan pengendara yang merupakan bagian yang sama pengendara sepeda terampil dan gila yang beresiko menjadi raja di trotoar setiap kali mereka menuju ke lalu lintas. Perubahan hidup Wilee berubah saat bertugas mengantarkan sebuah amplop penting yang berisi rekam jejak seorang Polisi di Manhattan. Adegan keren di film ini saat Wilee berkejar-kejaran dengan seoarang Polisi di jalanan Manhattan.
Premuim Rush Poster
Premuim Rush Poster

10 Fakta Tentang Sepeda

1. Sepeda itu harganya relatif terjangkau
2. Pakai sepeda itu mudah dan gak ribet juga menghemat biaya
3. Bersepeda itu menyehatkan
4. Pakai sepeda itu tidak perlu takut kehabisan bahan bakar
5. Sepeda dapat digunakan dari balita, pelajar, orangtua, dan kakek nenek.
6. Dengan naik sepeda berarti kita membantu pemerintah dan lingkungan untuk memerangi polusi udara
7. Bersepeda itu bisa menghilangkan stress
8. Tidak perlu takut ditilang polisi
9. Tidak perlu takut kejebak macet dijalan
10. Menghemat lahan parkir, karena sepeda tidak perlu lahan parkit yang luas

SEMUA TENTANG SEPEDA MTB

Ada banyak tipe sepeda gunung (MTB) yang ketika digunakan tentu harus disesuaikan dengan kondisi jalur yang akan dilewati. Memang tidak haram hukumnya jika ada yang menggunakan sepeda DH untuk CFD. Tapi apakah itu sesuai dengan peruntukannya? Dalam tulisan berikut akan dipaparkan mengenai jenis MTB agar Anda tidak salah membeli / menggunakan MTB.

Klasifikasi sepeda gunung berdasarkan suspensi:
  • Fully Rigid : Sepeda gunung yang tidak memiliki suspensi. Sempat populer di tahun 80-90an terutama merk Federal.
  • Hardtail : Jenis ini hanya memiliki suspensi di depan (fork). MTB tipe ini sangat efisien dipakai di medan tanjakan. Cocok untuk kondisi jalan tanah rata & medan cross country (XC).
  • Full Suspension/Dual Suspension : Biasa disingkat fulsus. Memiliki suspensi depan dan belakang. Tipe ini nyaman dipakai pada kondisi jalan tanah, berbatu, atau jalan tidak rata. Tidak efisien untuk jalan menanjak rata karena efek tolakan balik akibat rantai mengendor atau mengencang pada saat suspensi belakang mengayun atau sering disebut efek bobbing. Sistem suspensi juga beberapa macam, seperti single pivot point, four bar linkage dan yang paling modern virtual pivot point yang sangat bagus meredam efek bobbing. Sekarang sudah ada fitur lock untuk mematikan suspensi sehingga kayuhan menjadi efisien

Kalsifikasi sepeda gunung berdasarkan fungsi:
  • Cross Country (XC) : Dirancang untuk lintas alam dan didesain agar efisien & optimal pada saat mengayuh & menanjak. Mempunyai rentang harga paling lebar, dari satu jutaan sampai hingga puluhan juta rupiah. Kebanyakan XC berjenis hardtail namun dengan berkembangnya teknologi suspensi belakang, membuat efek bobbing semakin kecil bahkan bisa di kunci, kini sepeda XC juga banyak dilengkapi dengan suspensi belakang. Bobot sepeda XC berkisar 9-14 kg dan dirancang untuk memakai suspensi depan dengan travel 6-10 cm.
  • All Mountain (AM) : Disebut juga enduro atau trailbike. Dirancang untuk lintas alam berat, seperti naik turun bukit dan keluar masuk hutan. Hampir semua AM bertipe fulsus. Perbedaan dengan XC fulsus adalah travel suspensi belakang AM fulsus lebih panjang. Berat antara 14-16 kg dengan travel suspensi depan hingga 15 cm.
  • Freeride (FR) : Dirancang untuk mampu bertahan menghadapi drop off (lompatan) tinggi, tapi tidak secepat dan selincah AM karena bobot lebih berat. Travel suspensi depan sangat panjang, yaitu 16-20 cm. Bobot mencapai 16-23 kg. Hampir sama dengan spesifikasi downhill sehingga juga dapat dipakai untuk turun bukit.
  • Downhill (DH) : Dirancang untuk dapat melaju cepat, aman dan nyaman menuruni bukit dan gunung. Mampu menikung dengan stabil pada kecepatan tinggi. Bentuk mirip FR tapi DH tidak mengutamakan kenyamanan mengayuh karena hanya dipakai untuk turunan. harga mencapai puluhan juta rupiah. Suspensi depan bertravel 16-20 cm dan bobot 18-23 kg.
  • Dirtjump (DJ) : Nama lainnya urban MTB. Selain dipakai sebagai alat transportasi kota juga dipakai untuk atraksi lompatan, menaiki anak tangga dll. Fungsinya mirip BMX tapi dengan bentuk yang lebih besar. Berat 13-18 k.

* Sumber: Buku “Bicycling for Fun” karya Bayu Why.

Mengukur Tekanan Shockbreaker Depan dengan Sag.


Mengukur tekanan Sag pada Shock Breaker angin hanyalah langkah awal.

Ukuran tekanan fork depan, apakah PSI sag, berapa tekanan yang tepat untuk shock breaker. Bagaimana mengukur tekanan angin untuk suspensi depan, memiliki angka relatif. Tetapi dapat diukur dengan perkiraan standar dari jarak Sag yang digunakan. Tekanan shock sepeda gunung jenis angin mengikuti berat badan si pengendara. Ada beberapa teknik tunning dari beberapa parameter untuk mengukur sag sepeda. Satu dibuat oleh anda sendiri sesuai kebutuhan. Dan satu ukuran lain yaitu rekomendasi maksimum dari pabrikan dalam menentukan tekanan angin shock sepeda. Terakhir ukuran yang final sesuai dengan kebutuhan anda sendiri. Tekanan suspensi depan sepeda mempengaruhi sag atau kedalaman shock ketika sepeda dikendarai. Bagaimana mengukur ukuran sag dengan perbandingan tekanan angin pada shock dan berat badan si pengendara sepeda.

Tekanan shock depan berhubungan dengan berat badan si pengendara. Hal lain yang menentukan adalah mutu dari buatan shock breaker, masing masing produsen memiliki teknologi berbeda. Misal berat badan anda relatif sama dengan rekan anda, sementara sepeda rekan anda mengunakan shock breaker berbeda, lalu anda mencoba dan merasa ingin mengikuti tekanan shock rekan anda. Tentu hasilnya belum tentu sama. Anda harus mengukur ukuran shock anda sesuai tipe shockbreaker yang anda miliki.

Apa yang dijadikan parameter atau ukuran awal untuk menyesuaikan shock sepeda. Disebut Sag, sebagai angka tunning standar yang digunakan oleh pemilik sepeda dengan berat badan pengendara.

Apakah Sag
Sag adalah pergerakan suspensi titik bawah ketika mendapatkan beban statis. Sag dijadikan salah satu parameter ketika melakukan tuning atau penyetelan tekanan shock breaker.
Titik paling bawah inilah yang disebut sebagai Sag, yaitu ketika suspensi menerima tekanan beban pengendara maka silinder shock akan turun menerima beban statis pengendara. Sag bukanlah ukuran untuk menentukan seberapa panjang shock breaker anda bergerak ketika melakukan perjalanan dengan sepeda. Tetapi Sag adalah kedalaman awal dari turunnya shock setelah menerima beban pengendara dan dijadikan patokan untuk mengukur tekanan angin shock sepeda. Bagaimana melakukan setting Sag terhadap shock breaker sepeda

Peralatan yang dibutuhkan.
  • Zip tie atau karet gelang
  • Pompa Shock
  • Pengaris

Cara mengukur sag shock depan jenis angin.
Pasangkan karet gelang atau zip tie pada silinder shock breaker, dan turunkan sampai posisi paling bawah.
Jangan lupa lepaskan setting rebound misalnya putar ke bagian negatif, sehingga shock tidak tertahan oleh rebound.
Baca tabel ukuran standar dibawah ini, dan panjang travel shock depan anda sesuai tabel. Misalnya shock sepeda depan anda adalah 100mm (10cm), maka ukuran awal untuk sag adalah 15-25mm untuk setting Enduro atau 10-15 untuk setting XC dan Race. Ukuran panjang Sag umumnya tidak melewati 1/4 panjang shock.



Satu lagi referensi bagi setting Sag dengan medan berbeda
Mengunakan ukuran secara umum untuk ukuran shockbreaker dengan panjang travel 80-100mm :
Medan CrossCountry dengan travel 80mm atau kurang, disarankan mengunakan angka 5 - 15% sag atas panjang travel shock
Medan Trail antara 15-20%
All Mountain antara 25-35%

Langkah try error mengukur sag untuk front shockbreaker
  • Set tekanan shock depan sesuai standar shock breaker asli, misalnya 100psi, atau hitung berat badan anda sebagai angka awal tekanan PSI fork depan.
  • Coba anda duduk secara perlahan ke sadel sepeda, sampai posisi tubuh anda seperti mengendarai sepeda. Sehingga shock bagian depan mulai turun dan mengeser marking karet / zip tie, karena mendapat tekanan penuh layaknya sedang dikendarai.
  • Turun kembali dari sepeda anda secara perlahan dan ukur seberapa jauh shock anda turun. Dan melihat pergerakan karet atau zip tie yang bergesar dari titik awal dasar shock breaker. 
  • Bila posisi zip tie atau karet yang dijadikan tanda ternyata kurang naik sesuai ukuran (misalnya shock dengan travel 100mm memiliki sag 15-25mm), kurangi angin tekanan shock kembali. Misalnya tekanan 100psi, diturunkan menjadi 95psi dan seterusnya.
  • Bila posisi zip tie atau karet yang dijadikan tanda ternyata terlalu dalam turun atau posisi zip tie terlalu naik, tambahkan angin pada shock breaker.
  • Lalu duduk kembali ke atas sepeda secara perlahan seperti langkah awal. Sampai mendapatkan sag yang tepat, misalnya untuk shock panjang 100mm memiliki angka antara sag 15mm, dan anda merasa mendapatkan ukuran yang cocok dengan ukuran Sag 15mm.
  • Selesai mendapatkan ukuran yang tepat, misalnya Sag yang anda pilih adalah 15mm. Catat pada tekanan pompa shock, ukuran PSI tersebut adalah ukuran yang sesuai dengan shock dan tekanan sag untuk sepeda anda. Penyetelan Sag tahap awal shock breaker sepeda anda sudah selesai.
  • Proses terakhir adalah kenyamanan. Mungkin angka tekanan terakhir yang didapat masih kurang nyaman bagi anda. Anda bisa kembali menaikan dan menurunkan tekanan angin untuk fork sampai mendapatkan tekanan yang tepat. Dengan catatan tidak melewati batas anjuran yang diberikan.
Gambar dibawah ini menunjukan bahwa Sag shock depan anda turun sepanjang 15mm ketika anda naik ke atas sepeda.
http://i50.tinypic.com/5eehzl.jpg
Bagaimana mengatur tekanan rear shock
Berapa tekanan shock belakang untuk sepeda. Ada beberapa pendapat untuk tekanan suspensi belakang
  • Buat marking dengan zip tie atau karet pada tiang shock, duduk dan lihat posisi pergerakan karet atau marking yang dibuat. Ukuran paling umum digunakan adalah pergerakan shock ketika anda duduk diatas sepeda maksimum 15-25% dari panjang travel shock. Angka ini tidak mutlak. Untuk jarak jauh bisa mengunakan tekanan 15-25% untuk menghadapi medan yang agresif, sedangkan jarak dekat dan mulus bisa mengunakan 5-25% saja
  • Perhitungan lain mengunakan berat badan (kg) dikali 2 sama dengan PSI untuk angin di rear shock. (Berat badan dalam kg X 2 = angka tekanan aingin PSI)
Berapa tekanan yang tepat bagi anda, cobalah menyesuaikan dengan kebutuhan dan melihat aturan dari pihak produsen.

Catatan tentang setting Sag
  • Teknik setting diatas hanyalah panduan awal melalui panjang Sag. Tujuannya agar memudahkan pengukuran tekanan shock dengan setting sag standar. Tetapi ukuran tersebut bukan ukuran pasti. Ukuran kedua dapat dilihat dari rekomendasi produsen pembuatnya. Mengingat tidak semua shock breaker memiliki ukuran yang sama dalam tunning Sag. Ukuran ketiga, kenyamanan tekanan shock mengikuti selera si pengendara, anda bisa memilih angka minimum atau maksimum dari standar Sag yang diberikan.
  • Tidak memaksakan melakukan setting sag terlalu dalam, misalnya untuk membuat shock breaker lebih empuk, anda mengurangi tekanan angin terlalu berlebihan.  Efek membuat sepeda lebih berat ketika menanjak. Karena bagian shock depan akan menganyun turun naik lebih besar. Dan bahayanya bila tekanan shock terlalu rendah ketika mengunakan rebound dengan tahanan besar akan memperlambat laju naiknya shockbreaker keatas.
  • Ukuran Sag umumnya mengunakan kedalaman maksimum 1/4 (25%) dari panjang travel shock, ketika digunakan dalam pemakaian sehari hari maka kedalaman yang direkomendasikan hanya 1/2 dari panjang travel shock. Biarkan zip tie atau karet melingkar di tabung silinder shock, dan lihat kembali ketika sepeda digunakan pada medan sebenarnya. Bila tanda yang diberikan terlalu dalam atau melewati 1/2 dari panjang travel shock, ada baiknya meningkatkan kembali tekanan angin pada shock breaker. Bila anda sudah mendapatkan ukurang yang tepat, zip tie yang digunakan sebagai patokan bisa dilepas.
  • Sekali lagi cara mengukur Sag adalah ukuran standar yang dijadikan patokan mengukur tekanan awal bagi shock breaker jenis angin. Ukuran dapat disesuaikan oleh anda sendiri sesuai kebutuhan, kenyamanan dan keamanan dalam mengendarai sepeda.
  • Jangan lupa mencari data tentang tekanan minimum dan maksimum dari pabrikan pembuat shock breaker.
  • Ukuran sag untuk sepeda Downhill berbeda dengan tipe sepeda AM dan XC, umumnya ukuran Sag sepeda Downhill dapat direkomendasikan sampai 40%.
  • Setting umum untuk Sag : Travel 100mm kebawah disarankan mengunakan max 15% Sag. Travel 120 keatas, bisa mengunakan ukuran max 15-25%
  • Tetap aman dalam bersepeda dan tidak melakukan setting berlebihan adalah kata kunci menikmati sepeda anda.
SUMBER : csplumajang.blogspot.com

Salah Kaprah All Mountain (AM) dan Cross Country (XC)

epeda gunung biasa disebut juga mountain bike atau MTB, jenis sepeda ini sudah ada sejak jaman dahulu kala. MTB dianggap sebagai sepeda yang multi guna karena dapat digunakan pada berbagai kondisi jalan, masalahnya adalah kenyamanan yang dirasakan berbeda karena MTB memang diciptakan untuk digunakan bukan di jalan aspal yang mulus.
MTB dibagi atas beberapa jenis berdasarkan fungsi dan karakter sepedanya. Banyak orang yang masih salah kaprah mengenai perbedaan masing-masing jenis MTB, salah kaprah apanya? nah daripada nebak-nebak buah manggis mendingan baca dulu deh sampai selesai, kalau ada masukan silakan tambahkan saja, lumayan buat nambah pengetahuan pembaca lainnya.
Cross Country (XC), Trail, All Mountain (AM), Free Ride (FR), Downhill (DH). Jenis sepeda ini dibedakan berdasarkan jenis track yang dilaluinya, selain itu sepeda tadi masih dibedakan lagi antara hardtail dengan full suspension. Tulisan kali ini saya hanya akan menyoroti sepeda full suspension khusus AM dan XC saja.
Suspensi sepeda dibagi atas dua bagian yaitu depan biasa disebut fork dan suspensi belakang atau rear suspension. Suspensi depan tingginya bermacam-macam sesuai kebutuhan anda juga sepeda. Pemilihan suspensi depan yang beragam ini sering dianggap sebagai penentu spesifikasi jenis sepeda, apakah begitu? ya tidak lah.
Jenis sepeda ditentukan oleh geometry frame, bukan oleh travel fork sepeda, sering kita dengar ada orang yang mengganti fork sepedanya dengan fork yang lebih tinggi dengan harapan spesifikasi sepedanya berubah, misalnya sepeda XC yang tadinya menggunakan fork dengan travel 100 mm diganti dengan fork yang mempunyai travel 140mm dengan harapan spesifikasi sepedanya berubah menjadi AM …. hehehe … spek mah tetap aja XC … justru berbahaya mengganti travel fork melebihi ketentuan yang telah ditentukan pabrik, salah satu resikonya adalah patah frame.
Kembali ke geometry frame MTB, spesifikasi sepeda XC, AM, FR, DH berbeda design, cara paling mudah tentunya dengan membuka website pabrikan sepeda, hampir semua situs mencantumkan geometry frame serta spesifikasi frame, sayangnya banyak dari kita yang malas membaca. kalau kita perhatikan sudut head tube akan berbanding terbalik dengan travel frame, misal untuk sepeda AM biasanya sudut head tube antara 67 derajat sampai 68 derajat, sedangkan untuk XC di atas 68 derajat.
Frame MTB dengan spesifikasi XC dan AM dibagi lagi menjadi dua yaitu hardtail dan full suspension, sekarang mari kita lihat frame full suspension, begini ketentuan yang berlaku umum:
Travel frame XC : 4 Inch ( 101,6 mm)
Travel frame Trail : 4 – 5 Inch ( 101,6 – 127 mm)
Travel frame AM : 5 – 6 Inch ( 127 – 152,4 mm)
Travel frame FR : 6 – 7 Inch (152,4 – 177.8 mm)
Travel frame DH : di atas 7 Inch (~ 177,8 mm)
selain jenis yang dituliskan di atas masih ada lagi jenis yang disebut Enduro, biasanya geometry frame Enduro mirip dengan AM.
Lalu apa pengaruhnya geometry frame tersebut ? geometry frame dirancang menyesuaikan track yang akan dilalui, mudahnya begini aja supaya tidak banyak teori yang membingungkan, semakin panjang travel frame maka semakin enak untuk turunan namun semakin berat digunakan untuk tanjakan, ayunan frame ini bisa diatasi dengan berbagai teknologi seperti FSR, DW Link, AVP, VVP, Forward Geometry dan lain lain.
Selain itu kalau kita perhatikan, semakin panjang travel frame maka berat frame akan bertambah juga karena memang dituntut frame yang lebih kuat untuk menahan momentum, lihat saja frame sepeda DH relatif lebih berat dibandingkan frame sepeda XC, oleh karenanya sepeda DH berat apabila digunakan untuk tanjakan, sebaliknya frame XC.
kesimpulannya: spesifikasi sepeda AM, XC, DH, FR bukanlah ditentukan oleh panjang fork melainkan ditentukan oleh travel frame anda

Semoga tulisan ini cukup membantu karena saya tulis dadakan ketika bangun tidur pagi ini, proses editing dan penyempurnaan akan terus dilakukan,
O iya kalau mau nambahin silakan lho, sekalian saya juga ingin belajar lebih banyak dari pendapat pembaca, berbagi ilmu itu pahalanya gede jadi jangan sungkan kalau mau nambahin atau ada koreksi tulisan saya yang salah kaprah
Semoga tragedi salah kaprah mengenai sepeda AM dan XC dapat diperbaiki dengan tulisan ini.

BIODATA
















NAMA : ANANGGA PRADIPTA
KELAS : XI-IPS2
TUGAS REMED TIK